Sabtu, 04 Oktober 2014

Etika Cara Penulisan diinternet


Didalam penulisan diinternet kita dituntut untuk mentaati semua peraturan yang tealah ditetapkan. Etika menulis di internet ini adalah pendapat pribadi tentang sopan santun menulis di dunia maya. Seperti yang telah ditulis dalam tulisan sebelumnya tentang etika komunikasi di milis, bahwa dunia maya juga mempunyai aturan-aturan dan sopan santun yang harus kita pahami. Sering sekali seseorang dengan seenak hati menulis di blog, mengirimkan pesan melalui email, mengirimkan atau mempublish dokumen elektronis lainnya (gambar, video, tulisan dan bentuk2 lainnya) tanpa memperhatikan aturan dan etikanya.

Sebagai orang yang sering memanfaatkan internet untuk keperluaan sehari-hari sebaiknya kita membaca undang-undang transaksi elektronis yang telah disyahkan pada tahun 2008. Undang undang tersebut dapat didownload dari website www.ri.go.id yang linknya di sini. Kita dapat langsung membaca bab VII yang mengatur tentang tindakan yang dilarang.

Banyak cara yang dapat digunakan dalam mengeluarkan pendapat, salah satunya dengan menulis. Saat ini yang banyak digunakan yaitu menulis melalui internet. Tetapi banyak aspek yang belum diketahu sesorang, terutama mengenai etika dalam menulis melalui internet. Etika menulis di internet merupakan pendapat masing-masing orang mengenai tata cara atau sopan santun menulis di dalam dunia maya.

Dunia maya memiliki aturan-aturan dan sopan santun yang harus dipahami setiap orang. Banyak yang kita jumpai seseorang yang menulis tanpa menggunakan aturan atau sopan santun yang semestinya, mengirimkan dengan menggunakan email, mempublikasikan dokumen elektronik seperti gambar, video dan tulisan-tulisan dalam bentuk lain tanpa memperhatikan kode etik yang semestinya.

Sebagai orang yang sering memanfaatkan internet untuk keperluaan sehari-hari sebaiknya kita membaca undang-undang transaksi elektronis yang telah disyahkan pada tahun 2008. Kita dapat langsung membaca bab VII yang mengatur tentang tindakan yang dilarang

Untuk menyegarkan ingatan kita, berikut rangkuman rambu- rambu berlalu lintas di dunia maya.

1.Jangan pernah menyakiti sesorang lewat kata-kata (teks), gambar, atau video. Dalam Facebook jangan berkomentar jorok, sinis, menghina, menyindir, merendahkan martabat di akun teman-teman kita. JIka dilakukan, kalian menjadi bagian dari cyberbullying yang sedang diperangi dinia.

2.Jangan merayu atau menuliskan kata-kata yang benuansa pelecehan seksual, berkirim gambar atau video porno. Kalau dilakukan, kamu tergabung dalam golongan “internet predator” yang sedang mencari mangsa. Gambar atau avatarmu yang seksi diganti saja dengan gambar yang netral. Salah-salah kamu sendiri yang nanti menjadi mangsa internet predator yang banyak bergentayangan secara online, karena kamu dirasa “mengundang”.

3.Jangan meneruskan email temanmu ke pihak lain tanpa izin dari pemiliknya. Ingat kasus Prita Mulyasari.

4.Jangan mencaci-maki orang, menuduh, memfitnah, menghujat di ranah yang sifatnya public. Wall kamu di Facebook, milist, twitter, blog, dsb, temasuk wilayah public karena orang lain bisa ikut membacanya.

5.Jangan meninggalkan data pribadi spt: nomor telepon, email, secara sembarangan di forum-forum online. Ini bisa disalahgunakan pihak lain.

6.Jangan mengutip, menyadur tau menyalin tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Ini namanya plagiat.

7.Sebelum upload fotomu dan teman-temanmu periksa dulu apakah tidak mengandung konten porno atau seronok. Pikirkan dulu apakah salah satu pihak merasa tersinggung, tidak suka, marah atau sakit hati jika foto-foto itu dimuat ? Pikirkan pula reaksi keluarga mereka. Jangan sampai foto-foto ini disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

8.Jangan memuat lagu, video, atau foto yang bukan karya kamu. Ini namanya melanggar hak cipta. Konon, ke depannya para labwl musik akan mencurahkan waktu untuk merazia blog dan melanggar hak cipta.
 sumber : http://indrarmcf.blogspot.com/2013/11/etika-penulisan-di-internet.html?m=1

Senin, 16 Juni 2014

SISTEM KENDALI LOOPING TERTUTUP & LOOPING TERBUKA

  1. Sistem Kendali
 Istilah sistem kendali dalam teknik listrik mempunyai arti suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi kerja mesin tersebut mencakup antara lain menjalankan (start), mengatur (regulasi), dan menghentikan suatu proses kerja. Pada umumnya, sistem kendali merupakan suatu kumpulan peralatan listrik atau elektronik, peralatan mekanik, dan peralatan lain yang menjamin stabilitas dan transisi halus serta ketepatan suatu proses kerja.
Sistem kendali mempunyai tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

Gambar1 Unsur-unsur sistem kendali
Input pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser, yaitu alat yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas, termostat, dan lain-lain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang diukur, kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC.
Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid, lampu, dan sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi besaran fisik.
Sistem kendali dibedakan menjadi dua, yaitu sistem kendali loop terbuka dan sistem kendali loop tertutup.


  1. Sistem Kendali Loop Terbuka
Sistem kendali loop terbuka adalah proses pengendalian di mana variabel input mempengaruhi output yang dihasilkan. Gambar 2 menunjukkan diagram blok sistem kendali loop terbuka.
Gambar 2 Diagram blok sistem kendali loop terbuka
Dari gambar 2 di atas, dapat dipahami bahwa tidak ada informasi yang diberikan oleh peralatan output kepada bagian proses sehingga tidak diketahui apakah hasil output sesuai dengan yang dikehendaki.
    1. Sistem Kendali Loop Tertutup
Sistem kendali loop tertutup adalah suatu proses pengendalian di mana variabel yang dikendalikan (output) disensor secara kontinyu, kemudian dibandingkan dengan besaran acuan.
Variabel yang dikendalikan dapat berupa hasil pengukuran temperatur, kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran, dan sebagainya. Hasil pengukuran tersebut diumpan-balikkan ke pembanding (komparator) yang dapat berupa peralatan mekanik, listrik, elektronik, atau pneumatik. Pembanding membandingkan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikendalikan dengan besaran acuan, dan hasilnya berupa sinyal kesalahan. Selanjutnya, sinyal kesalahan diumpankan kepada peralatan kendali dan diproses untuk memperbaiki kesalahan sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan kata lain, kesalahan sama dengan nol.
Gambar 3 Sistem kendali loop tertutup

  1. Sistem Kendali PLC
Hingga akhir tahun 1970, sistem otomasi mesin dikendalikan oleh relai elektromagnet. Dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi, tugas-tugas pengendalian dibuat dalam bentuk pengendalian terprogram yang dapat dilakukan antara lain menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Dengan PLC, sinyal dari berbagai peralatan luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali. Disamping itu, kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem.
Dalam sistem otomasi, PLC merupakan ‘jantung’ sistem kendali. Dengan program yang disimpan dalam memori PLC, dalam eksekusinya, PLC dapat memonitor keadaan sistem melalui sinyal dari peralatan input, kemudian didasarkan atas logika program menentukan rangkaian aksi pengendalian peralatan output luar.
PLC dapat digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang, atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks.
Cara kerja sistem kendali PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar 4 Diagram blok PLC

Dari gambar terlihat bahwa komponen sistem kendali PLC terdiri atas PLC, peralatan input, peralatan output, peralatan penunjang, dan catu daya. Penjelasan masing-masing komponen sebagai berikut :
  1. PLC
PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit), memori, modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal iput dari peralatan input on timbul respon yang sesuai. Respon ini umumnya mengonkan sinyal output pada peralatan output.
CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. ia mengeksekusi program, memproses sinyal input/ output, dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar.
Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Sistem operasi sesungguhnya software sistem yang mengkordinasikan PLC. Program kendali disimpan dalam memori pemakai.
Ada dua jenis memori yaitu : ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen, maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM, yaitu EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer.
Interfis adalah modul rangkaian yang digunakan untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar. Interfis input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yang dibutuhkan untuk operasi sistem. Interfis output menyesuaikan sinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatan output.

  1. Peralatan Input
Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatan output. Peralatan input itu antara lain :
    • Berbagai jenis saklar, misalnya tombol, saklar togel, saklar batas, saklar level, saklar tekan, saklar proximity.
    • Berbagai jenis sensor, misalnya sensor cahaya, sensor suhu, sensor level,
    • Rotary encoder
  1. Peralatan Output
Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan output itu misalnya :
    • Kontaktor
    • Motor listrik
    • Lampu
    • Buzer
  1. Peralatan Penunjang
Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC, tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. Maksudnya, peralatan ini digunakan untuk keperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitas pegendalian. Peralatan penunjang itu, antara lain :
    • berbagai jenis alat pemrogram, yaitu komputer, software ladder, konsol pemrogram, programmable terminal, dan sebagainya.
    • Berbagai software ladder, yaitu : SSS, LSS, Syswin, dan CX Programmer.
    • Berbagai jenis memori luar, yaitu : disket, CD ROM, flash disk.
    • Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer, misalnya printer, plotter.
  1. Catu Daya
PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiap peralatan digital membutuhkan catu daya DC. Catu daya ini dapat dicatu dari luar, atau dari dalam PLC itu sendiri. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar, sedangkan pada PLC tipe compactcatu daya tersedia pada unit.

  1. Komponen Unit PLC
Unit PLC dibuat dalam banyak model/ tipe. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan : yang dibedakan menurut
  • jenis catu daya
  • jumlah terminal input/ output
  • tipe rangkaian output

    1. Jenis Catu Daya
PLC adalah sebuah peralatan elektronik dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC.
    1. Jumlah I/O
Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia terminal I/O sebanyak 10, 20, 30, 40 atau 60. Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O.
Pada umumnya, jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu, yaitu 3 : 2. Jadi, PLC dengan terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 dan terminal output 4.
    1. Tipe Rangkaian Output
PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan, tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu : output relai, output transistor singking dan output transistor soucing.
Di bawah ini diberikan tabel yang menunjukkan jenis catu daya, jumlah I/O, dan tipe rangkaian output.





Penjelasan Komponen
  1. Terminal input catu daya
Hubungkan catu daya (100 s.d 240 VAC atau 24 VDC) ke terminal ini
  1. Terminal Ground Fungsional
Pastikan untuk membumikan terminal ini (hanya untuk PLC tipe AC) untuk meningkatkan kekebalan terhadap derau (noise) dan mengurangi resiko kejutan listrik.
  1. Terminal Ground Pengaman
Pastikan untuk membumikan terminal ini untuk mengurangi resiko kejutan listrik
  1. Terminal catu daya luar
PLC tertentu, misalnya CPM2A dilengkapi dengan terminal output catu daya 24 VDC untuk mencatu daya peralatan input.
  1. Terminal input
Sambunglah peralatan input luar ke terminal input ini.
  1. Terminal Output
Sambunglah peralatan output luar ke terminal output ini.
  1. Indikator status PLC
Indikator ini menunjkkan status operasi PLC, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini :

Indikator
Status
Arti
PWR
(hijau)
ON
Daya sedang dicatukan ke PLC
OFF
Daya tidak sedang dicatu ke PLC
RUN
(hijau)
ON
PLC beroperasi dalam mode RUN atau MONITOR
OFF
PLC beroperasi dalam mode PROGRAM, atau terjadi kesalahan fatal
COMM
(kuning)
Berkedip
Data sedang ditransfer melalui port peripheral atau port RS-232C
OFF
Data tidak sedang ditransfer melalui port peripheral atau port RS-232C
ERR/ALM
(merah)
ON
Terjadi kesalahan fatal
Berkedip
Terjadi kesalahan tidak fatal
OFF
Operasi berlangsung normal
  1. Indikator input
Indikator input menyala saat terminal input yang sesuai ON. Indikator input menyala selama refreshing input/ output.
Jika terjadi kesalahan fatal, indikator input berubah sebagai berikut :

Kesalahan fatal
Indikator input
Kesalahan unit CPU, kesalahan bus I/O, atau terlalu banyak unit I/O
Padam
Kesalahan memori atau kesalahan FALS (sistem fatal)
Indikator akan berubah sesuai status sinyal input, tetapi status input tidak akan diubah pada memori.

  1. Indikator output
Indikator output menyala saat terminal output yang sesuai on.
  1. Analog Control
Putarlah control ini untuk setting analog (0 s.d 200) pada IR 250 dan IR 251.
  1. Port peripheral
Sambungan PLC ke peralatan pemrogram : Konsol Pemrogram, atau komputer
  1. Port RS 232C
Sambungan PLC ke peralatan pemrogram : Konsol Pemrogram, komputer, atau Programmable Terminal.
  1. Saklar komunikasi
Saklar ini untuk memilih apakah port peripheral atau port RS-232C akan menggunakan setting komunikasi pada PC Setup atau settng standar.

OFF
Port peripheral dan port RS-232C beroperasi sesuai dengan setting komunikasi pada PLC setup, kecuali untuk Konsol Pemrogram yang disambung ke port peripheral.
ON
Port peripheral dan port RS-232C beroperasi sesuai dengan setting komunikasi standar, kecuali untuk Konsol Pemrogram yang disambung ke port peripheral.

  1. Batere
Batere ini memback-up memori pada unit PLC.
  1. Konektor ekspansi
Tempat sambungan PLC ke unit I/O ekspansi atau unit ekspansi (unit I/O analog, unit sensor suhu).

  1. Spesifikasi
Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi).
Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC yang terdiri atas spesifikasi umum, spesifikasi input, dan spesifikasi output.

  1. Spesifikasi Umum
Butir
Spesifiasi
Tegangan catu
AC
100 s.d 240 VAC, 50/60 Hz
DC
24 VDC
Tegangan operasi
AC
85 s.d 264 VAC
DC
20,4 s.d 26,4 VDC
Penggunaan daya
AC
60 VA maks
DC
20 W maks
Catu daya luar
Tegangan catu
24 VDC
Kapasitas output
300 mA
Tahanan isolasi
20 Mminimum
Kuat dielektrik
2300 VAC 50/60 Hz selama 1 menit
Suhu ruang
0o s.d 55o
Ukuran sekerup terminal
M3
Berat
AC
650 g
DC
550 g

  1. Spesifikasi Input
Butir
Spesifikasi
Tegangan input
24 VDC +10%­­­­­/-15%
Impedansi input
2,7 k
Arus input
8 mA
Tegangan/ arus on
17 VDC input, 5 mA
Tegangan/ arus off
5 VDC maks, 1 mA
Tunda on
10 ms
Tunda off
10 ms
Konfigurasi rangkaian input

  1. Spesifikasi Output
Butir
Spesifikasi
Kapasitas switching maksimum
2 A, 250 VAC (cos  = 1)
2 A, 24 VDC
Kapasitas switching minimum
10 mA, 5 VDC
Usia kerja relai
Listrik : 150.000 operasi (beban resistif 24 VDC)
100.000 operasi (beban induktif)
Mekanik : 20.000.000 operasi
Tunda on
15 ms maks
Tunda off
15 ms maks
Konfigurasi rangkaian output



  1. Perbandingan Sistem Kendali Elektromagnet dan PLC 
Pada sistem kendali relai elektromagnetik (kontaktor), semua pengawatan ditempatkan dalam sebuah panel kendali. Dalam beberapa kasus panel kendali terlalu besar sehingga memakan banyak ruang (tempat). Tiap sambungan dalam logika relai harus disambung. Jika pengawatan tidak sempurna, maka akan terjadi kesalahan sistem kendali. Untuk melacak kesalahan ini, perlu waktu cukup lama. Pada umumnya, kontaktor memiliki jumlah kontak terbatas. Dan jika diperlukan modifikasi, mesin harus diistirahatkan, dan lagi boleh jadi ruangan tidak tersedia serta pengawatan harus dilacak untuk mengakomodasi perubahan. Jadi, panel kendali hanya cocok untuk proses yang sangat khusus. Ia tidak dapat dimoifikasi menjadi sistem yang baru dengan segera. Dengan kata lain, panel kendali elektromagnetik tidak fleksibel.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan adanya kelemahan sistem kendali relai elektromagnetik sebagai berikut :
  • Terlalu banyak pengawatan panel.
  • Modifikasi sistem kendali sulit dilakukan.
  • Pelacakan gangguan sistem kendali sulit dilakukan.
  • Jika terjadi gangguan mesin harus diistirahatkan untuk melacak kesalahan sistem.
Kesulitan-kesulitan di atas dapat diatasi dengan menggunakan sistem kendali PLC.

  1. Keunggulan Sistem Kendali PLC
 Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut :
  • Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit.
  • Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti progam kendali tanpa merubah pengawatan sejauh tidak ada tambahan peralatan input/output.
  • Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik.
  • Kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat.
  • Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak.
  • Sistem kendali PLC lebih andal.
  • Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat.

  1. Penerapan Sistem Kendali PLC
Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan :
  • Traffic light
  • Lift
  • Konveyor
  • Sistem pengemasan barang
  • Sistem perakitan peralatan elektronik
  • Sistem pengamanan gedung
  • Sistem pembangkitan tenaga listrik
  • Robot
  • Pemrosesan makanan

  1. Langkah-Langkah Desain Sistem Kendali PLC
 Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkah-langkah sistematik sebagai berikut :
      1. Memilih PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem kendali.
      2. Memasang Sistem Komunikasi
      3. Membuat program kendali
      4. Mentransfer program ke dalam PLC
      5. Memasang unit
      6. Menyambung pengawatan I/O
      7. Menguji coba program
      8. Menjalankan program

Selasa, 06 Mei 2014

TERJADINYA LOOPING PADA SAAT KONSUMEN MENELEPON CUSTOMER CARE SMARTFREN

Gambar diatas adalah menunjukkan terjadinya looping pada saat konsumen menelepon atau menghubungi Customer Care Smartfren, pertama konsumen menghubungi Customer Care ke nomer 888, kemuadian konsumen tersebut akan disuguhkan 8 menu utama, jika konsumen menekan tombol 1 pada Handphone  maka menu yang akan muncul adalah menu fitur dan pengisian pulsa, konsumen tidak memilih maka sistem akan lanjut ke menu kedua sama seperti sebelumnya jika konsumen menekan tombol 2 maka akan masuk ke dalam menu fitur dan tarif, jika tidak ditekan maka akan berlanjut ke menu selanjutnya yaitu tekan 3 konsumen dapat berbicara langsung dengan Custemer Service Smartfren, jika tidak memilih menu ketiga maka sistem akan berhenti atau end.Customer Care Smartfren atau yang sering disebut Customer Service Smartfren adalah sebuah wadah dimana konsumen dapat dengan mudah mengetahui berita-berita terbaru dari provider Smartfren, Dalam Customer Care Smartfren konsumen juga dapat menghubungi atau berbicara langsung ke Customer Service Provider tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan-keluhan yang dialami saat menggunakan atau memakai provider smartfren.Dalam Custumer Care Smartfren tersebut konsumen akan disuguhkan oleh 8 menu utama yang kemudian dapat dipilih oleh konsumen tersebut sesuai dengan keinginan, namun dalam penulisan tugas looping ini penulis hanya membuat 3 menu utama dari 8 menu utama yang tersedia dalam Customer Care Smartfren. Dan dibawah ini adalah bentuk looping dari beberapa 3 menu utama tersebut:PENJELASAN GAMBARGambar diatas adalah menunjukkan terjadinya looping pada saat konsumen menelepon atau menghubungi Customer Care Smartfren, pertama konsumen menghubungi Customer Care ke nomer 888, kemuadian konsumen tersebut akan disuguhkan 8 menu utama, jika konsumen menekan tombol 1 pada Handphone  maka menu yang akan muncul adalah menu fitur dan pengisian pulsa, konsumen tidak memilih maka sistem akan lanjut ke menu kedua sama seperti sebelumnya jika konsumen menekan tombol 2 maka akan masuk ke dalam menu fitur dan tarif, jika tidak ditekan maka akan berlanjut ke menu selanjutnya yaitu tekan 3 konsumen dapat berbicara langsung dengan Custemer Service Smartfren, jika tidak memilih menu ketiga maka sistem akan berhenti atau end.

Minggu, 30 Maret 2014

GPS Tracker Via SMS

GPS tracker via sms ini merupakan penggabungan teknologi GPS (global positioning system) dan GSM. Tujuan dari project ini adalah untuk memantau posisi kendaraan secara realtime yaitu dengan memanfaatkan peta digital yaitu googleMaps. Pemanfaatan googlemap dalam mencari posisi kendaraan yaitu dengan mengetahui posisi kendaraan atau secara umum disebut dengan posisi coordinat objek dalam hal ini adalah mobil. Koordinat terdiri dari dua variabel yaitu latitude ( lintang) dan longitude (bujur), kedua data tersebut didapatkan dari GPS yang memanfaatkan signal dari satelit yang mengorbit di atas bumi, setiap detik GPS akan memberikan data coordinat posisi dipermukaan bumi. Berikut ini adalah gambaran secara umum system GPS Tracker Via SMS.
 
Konfigurasi sistem GPS tracker via sms
Modul GPS akan menerima data dari satelit kemudian data tersebut akan dikalkulasi dan hasilnya akan dikirimkan melalui jaringan GSM ke hp pengguna, pengiriman ini dilakukan jika user meminta data melalui sms comman, kemuadian data sms permintaan posisi dari user tersebut akan diterima oleh modul GPS, setelah itu modul akan membaca isi sms, setelah format isi sms benar maka modul akan mengirimkan data koordinat beserta link googleMaps, dan hasilnya adalah gambar letak posisi pada peta digital googlemaps. Dalam project ini juga ditambahkan fasilitas untuk mematikan dan mengaktifkan kontak mobil via sms.
Untuk membuat sistem ini hal yang pertama saya lakukan adalah :
  1. Menentukan perangkat yang akan digunakan dan biaya yang diperlukan.
  2. Perancangan perangkat keras (hardware).
  3. Perancangan perangkat lunak (software).
  I. Menentukan perangkat yang akan digunakan dan biaya yang diperlukan. 
Setelah bertanya kepada Prof.Dr.Ir Google.com, akhirnya saya menemukan modul GSM yang sudah builtin GPS yaitu modul modem sim548c buatan simcom,setelah lihat harga dan mempelajari dari datasheet-nya akhirnya saya memutuskan untuk memakai modul ini, dan inilah penampakan dari Sim548C.
    Modul modem sim548c
 
    Modul Sim548c adalah modem GSM yang sudah terdapat chips GPS (builtin GPS) yang memiliki spesifikasi dan fitur sebagai berikut :
  • Quad-Band 850/900/18001900MHz
  • GPRS multi-slot class 10
  • GPRS mobile station class B
  • Compliant to GSM phase 2/2+ 
    – Class 4 (2 W @ 850/900 MHz) 
    – Class 1 (1 W @ 1800/1900MHz)
  • Control via AT commands (GSM 07.07 ,07.05 and SIMCOM enhanced AT Commands)
  • Supply voltage range 3.4 ... 4.5 V
  • Dimensions: 55*33*8.2mm
  • 60-pin DIP connector
  • SMS Broadcast
  • Embedded SIM card holder
  • dual serial interface for GPS
  • A serial interface for GSM
  • Two sparate antenna connector for GPS and GSM
Dan berikut ini adalah spesifikasi dari GPS nya.
  • Receiver 20 channels, L1 1575.42 Mhz, C/A code 1,023 MHz chip rate
  • Accuracy Position 10m CEP  
    without SA/Velocity 0.1m/s, without SA/Time 1μs synchronized to GPS time
  • Date WGS-84
  • Acquisition rate (TTFF defined at 95% of first position local station)
  • Hot start<1s, average, open sky
  • Warm start<38s, average, open sky
  • Cold start<42s, average, open sky
  • Support AGPS
  • Operating voltage 3.3V DC ±5%
  • Low power consumption about 200mW at 3.3V
  • Protocols 
    NMEA-0183
    SiRF binary
    RTCM SC-104
Berdasarkan spesifikasi dan fitur yang terdapat pada modul sim548c, kelebihan dari modul ini yaitu, modul ini tergolong perangkat low power yaitu menggunakan suplly tegangan 3.4 – 4.5 volt, jika dilihat dari dimensi fisiknya tidak terlalu besar dan ringkas, terdapat dua komunikasi serial untuk GPS-nya yaitu serialA (9600 bps) dan serialB(4800 bps), serta komunikasi serial untuk GSM dengan operasi didukung oleh AT-command.dimana kecepatan transferdatanya (Baudrate) dapat diatur. Berdasarkan informasi diatas, maka kita membutuhkan sebuah perangkat IC prosessor sebagai pusat sistemnya untuk mengatur task AT-commad dan parsing data gps-nya, Lalu spesifikasi yang seperti apa yang kita butuhkan?? spesifikasi yang kita butuhkan yaitu IC mikrokontroller yang memiliki dua port komunikasi serial yaitu serial untuk komunikasi antara modul gsm dan serial untuk GPS. Setelah mempertimbangkan tentang mikrokontroller yang akan digunakan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan mikrokontroller seri atmega 162. dan berikut ini adalah spesifikasi dan fitur dari atmega162 berdasarkan datasheetnya :
Gambar susunan kaki mikrokontroller Atmega 162
 
Gambar diatas tersebut merupakan bentuk dari IC mikrokontroller atmega 162 yang di package dalam 40-dip. Dan berikut ini adalah fitur dari mikrokontroller atmega 162:
High-performance, Low-power AVR® 8-bit Microcontroller
• Advanced RISC Architecture
– 131 Powerful Instructions – Most Single-clock Cycle Execution
– 32 x 8 General Purpose Working Registers
– Fully Static Operation
– Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
– On-chip 2-cycle Multiplier
• High Endurance Non-volatile Memory segments
– 16K Bytes of In-System Self-programmable Flash program memory
– 512 Bytes EEPROM
– 1K Bytes Internal SRAM
– Write/Erase cycles: 10,000 Flash/100,000 EEPROM
– Data retention: 20 years at 85°C/100 years at 25°C
– Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
In-System Programming by On-chip Boot Program 
True Read-While-Write Operation
– Up to 64K Bytes Optional External Memory Space
– Programming Lock for Software Security
• JTAG (IEEE std. 1149.1 Compliant) Interface
– Boundary-scan Capabilities According to the JTAG Standard
– Extensive On-chip Debug Support
– Programming of Flash, EEPROM, Fuses, and Lock Bits through the JTAG Interface
• Peripheral Features
– Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
– Two 16-bit Timer/Counters with Separate Prescalers, Compare Modes, and
Capture Modes
– Real Time Counter with Separate Oscillator
– Six PWM Channels
– Dual Programmable Serial USARTs
– Master/Slave SPI Serial Interface
– Programmable Watchdog Timer with Separate On-chip Oscillator
– On-chip Analog Comparator
• Special Microcontroller Features
– Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
– Internal Calibrated RC Oscillator
– External and Internal Interrupt Sources
– Five Sleep Modes: Idle, Power-save, Power-down, Standby, and Extended Standby
• I/O and Packages
– 35 Programmable I/O Lines
– 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, and 44-pad MLF
• Operating Voltages
– 1.8 - 5.5V for ATmega162V
– 2.7 - 5.5V for ATmega162
Nah setelah perangkat penting yang akan kita gunakan sudah didapat langkah selanjutnya yaitu menentukan komponen yang akan kita gunakan untuk merancang power-suplly, jenis power supply sangat banyak, tetapi berdasarkan kebutuhan perangkat diatas yang saya butuhkan adalah karakteristik power supply step-down (penurun tegangan), kira-kira apa ya?? yeah apakah kita tetap menggunakan 7805 voltage regulator?? itu mungkin digunakan untuk menyupply mikrokontroller tetapi bagai mana dengan modul sim548c yang membutuhkan supply tegangan 3.4 – 4.5 volt ?? nah dari kasus itu saya menemukan IC regulator adj (ajustable) yaitu LM 2576 yang sudah banyak dijual di pasaran. Jenis ic tersebut merupakan ic power supply switching buck-bus, jenis lm 2576 yang saya gunakan bertipe output perbandingan resistor jadi untuk menentukan output tegangan kita bisa menggunakan nilai resistornya....hehehehe pusing berurusan dengan hitung-menghitung lagi.
Gambar LM2576T adj 
Untuk perhitungan dan tipe rangkaian akan dibahas pada sesi perancangan hardware (perangkat keras). Nah sekarang mari kita memulai mengkalkulasi harga setiap perangkat dan komponen yang kita butuhkan dalam project ini.
Nama Komponen
Harga @ satuan (Rp)
Jumlah yang dibutuhkan x harga persatuan
Modul sim548c
Rp600.000,00
1x Rp600.000,00
Antena GPS
Rp110.000,00
1x Rp110.000,00
Antena GSM
Rp50.000,00
1x Rp50.000,00
Atmega 162
Rp65.000,00
1x Rp65.000,00
Rellay SPDT omron
Rp35.000,00
1x Rp35.000,00
LM2576 adj
Rp10.000,00
1x Rp10.000,00
Regulator 7808
Rp1.000,00
1x Rp1.000,00
Regulator 7805
Rp1.000,00
1x Rp1.000,00
Connector 60 pins female SMD
Rp7.500,00
1x Rp7.500,00
Sim card holder
Rp5.000,00
1x Rp5.000,00
Resistor 1K ohm
Rp100,00
4x =Rp400,00
Resistor 10K ohm
Rp100,00
1 x Rp100,00
Resistor 3K3 ohm
Rp100,00
1 x Rp100,00
Resistor 1k ohm smd
Rp300,00
1x Rp300,00
Resistor 330 ohm smd
Rp300,00
1x Rp300,00
Resistor 330 ohm
Rp300,00
5x =Rp1500,00
Induktor 100 uH
Rp500,00
1x Rp500,00
Dual header (black) 10 pins
Rp1.000,00
1x Rp1.000,00
Transistor 2n3904 NPN
Rp2.000,00
1x Rp2.000,00
Transistor C9013 NPN
Rp500,00
2x =Rp1000,00
Transistor C828 NPN
Rp1.000,00
1x Rp1000,00
Buzzer
Rp500,00
1xRp500,00
Capasitor 1000 uf 25v
Rp1.000,00
1x Rp1000,00
Capasitor 4700 uf 25v
Rp500,00
2x =Rp1000,00
Capasitor 100 uf 16 v
Rp500,00
2x =Rp1000,00
Capasitor ceramic 10 pf
Rp500,00
1xRp500,00
Dioda 1N4008
Rp100,00
1xRp100,00
Dioda 1N5408
Rp100,00
1x Rp100,00
Soket 40 pins
Rp500,00
1xRp500,00
Led
Rp500,00
4x= Rp2000,00
Header balck housing
secukupnya
Rp7.000,00
Biaya etcing PCB

Rp37.000,00
Box untuk tempat rangkaian

Rp9.000,00
TOTAL HARGA
Rp.1.016.000,00

II. PERANCANGAN PERANGKAT KERAS (HARD WARE)
Pada perancangan perangkat keras ini, hal yang paling penting adalah membuat rangkaian power supply yang akan digunakan untuk modul sim548c, karena modul ini membutuhkan board adapter, dan board ini harus membuat sendiri. Aturan atau spesifikasi supaya modul ini dapat bekerja adalah mengikuti aturan dari datasheetnya yaitu :
A. Modul sim548c memputuhkan tegangan kerja sebesar 3.4-4,5 volt.
B. Pada saat modem GSM beroperasi membutuhkan kenaikan arus maksimal sekitar 2A.
C . Pada pin nomer 11 (VRTC) tidak boleh dibiarkan harus terkoneksi dengan sebuah kapasitor atau
     dengan batrai Cmos (batrai berbentuk coin).
D. Menggunakan antena GPS_Vant, yang memiliki spesifikasi Vmax=5volt, Vmin=2,85volt.
    (karena dalam project ini device antena untuk mengaktifkan GPS menggunakan tengan 3-5 volt)
E. Pada mode komunikasi serial yaitu Rxd dan Txd maka pada pin RTS (state line) harus
    dihubungkan ke ground.
F. Menggunakan back-up batray untuk RTC GPS. (supaya GPS bekerja dalam mode hotstart).
Selanjutnya yaitu mendesein rangkaian power supply, kira-kira jenis regulator apa ya yang sesuai dengan poin A?? nah, kita sudah mengenal jenis power suplly step down switcing. Dalam project ini sebelumnya telah ditentukan perangkat voltage regulator yang akan digunakan yaitu LM2576T adj, nah sekarang hal yang harus kita ketahui adalah :
  • Vout = regulated output voltage.
  • Vin = maximal input voltage.
  • I(load max) = maximum load current.
  • F = switcing frequency (fixed at 52 khz)
jenis yang kita gunakan yaitu LM 2576 adj dengan output tegangan perbandingan resistor, maka untuk menentukan nilai output tegangan yang kita butuhkan, maka rumus perhitungannya yaitu :
Selanjutnya yaitu menentukan nilai arus yang akan dihasilkan dan hal ini tergantung dari nilai induktor yang dipakai dengan mengikuti formula rumus sebagai berikut :
  • mcrosecond constan = E.T(V.us), yaitu evisiensi voltage interfal dalam us
hasil dari perhitungan rumus 2 nilainya digunakan untuk mengetahui arus maksimal yang akan dihasilkan, berdasarkan nilai induktor yang digunakan dengan mengikuti tabel sebagai berikut :
 Gambar Tabel current load 
Nah sekarang semua informasi tentang prosedur dalam membuat switcing power supplly telah kita dapatkan selanjutnya kita akan mendesain sesuai dengan output yang kita butuhkan yaitu :
 Gambar skematik switcing power suplly stepdown
Dari gambar skematik diatas, nilai R1 sudah diketahui dan nilai Vout = 3,4 volt sesuai dengan tegangan minimum kerja yang dibutuhkan oleh modem sim548c, sedangkan Vout = 12 volt tegangan accu pada mobil dari sini kita akan menentukan nilai R2 dan I (arus) yang dihasilkan jika kita menggunakan output tegangan minimum, dan harus diingat pada saat modem bekerja(brust) membutuhkan arus sebesar 2 A. Dan berikut ini adalah perhitungannya :
diketahui: R1 = 1 k ohm (lihat keterangan rumus)
Vout = 3,4 volt (nilai minimum voltase kerja modem)
Vin = 12 volt (tegangan dari accu pada mobil)
Vref = 1,23 volt (lihat keterangan rumus)
ditannya R1 dan Imax?
Jawab :
R2 = R1 (Vout /Vref -1 )
R2 = 1 k (3,4/1,23 -1)
R2 = 1,7K
selanjutnya yaitu mencari nilai arus maksimal yang dihasilkan maka :
E.T(V.us) maka :
E.T = (Vin – Vout).Vout/Vin.1000/f(V.us) => dimana f=52 Khz
= (12 - 3,4 ).3,4/12. 1000/52(V.us)
= (8,6). 0,283. 19,230
= 46,80V us
Nah dengan nilai acuan tersebut, untuk mengetahui nilai I(load max) lihat gambar current load, pada rangkaian yang saya desain menggunakan induktor L sebesar 100 uH, maka nilai arus sebesar 2,2 A
Dari perhitungan diatas nilai arus dan tegangan output sudah dapat digunakan untuk modul sim548c tetapi yang menjadi permasalahan adalah nilai R2 = 1,7 K ohm,yang tidak akan kita temui di toko, dan nilai yang umum kita jumpai yaitu 2,2K. Nah mari kita Hitung lagi jika nilai R2 kita ganti dengan nilai 2,2 K.
Diketahui : R1 = 1 K ohm
: R2 = 2,2 K ohm
:Vref = 1,23 volt
Ditanya: Vout dan I(max) ??
Jawab :
Vout = Vref(1+R2/R1)
= 1,23(1+ 2,2/1)
= 3,9 volt
nah ternyata nilai yang kita dapatkan masih dalam prosedur yang aman, hehehehehe, nah mari kita cari I(max) dengan induktor L sebesar 100 uH.
E.T = (V us)
= (Vin – Vout) Vout/Vin . 1000/f (V us)
= (12 – 3,9) 3,9/12.1000/52(V us)
= 50,62 V us
Jadi E.T = 50,62V.us dengan induktor sebesar 100 uH maka arus maksimal yang kita peroleh adalah sekitar 2,4 A.
Dari perhitungan diatas output tegangan sebesar 3,9 volt dengan arus sekitar 2,4 A sudah cukup untuk menyuplly modul sim548c, karena modul ini hanya membutuhkan tegangan kerja antara 3,4 volt – 4,5 volt, dan pada saat modem bekerja (brust) membutuhkan arus sebesar 2 A saja, jadi perhitungan kita sudah sesuai (semoga sesuai Hehehehehehehehe).
Dan berikut ini adalah gambar skematik evaluation board adapter sim548c.
 Gambar skematik board adapter sim548c
Sekarang bagaimana konfigurasi komunikasi antara mikrokontroller dengan sim548c?? ikuti gambar berikut : 
 
 Gambar konfikurasi komunikasi 
nah seperti ini konfigurasi komunikasi serial yang saya gunakan antara Mcu dengan modul sim548c. Saya menggunakan serial GPS_TxA karena saya ingin menggunakan baudrate sebesar 4800 bps, sedangkan GPS_TxB menggunakan baudrate sebesar 9600 bps.
 Oh ya hampir lupa untuk rangkaian driver rellay bisa di cari di mbah google ya hehehehe soalnya dah males nulisnya heheheheh.yang perlu diperhatikan dalam driver rellay adalah nilai resistansi dari coil rellay dan penguatan transistor untuk mensaklar rellay. Oke next step.
III. Perancangan perangkat Lunak
Dalam perancangan perangkat lunak ini, hal yang perlu kita kerjakan yaitu :
  • Operasi modem GSM yaitu menggunakan AT+Commad.
  • Parsing data GPS yaitu pengambilan data GPS, karena ID data gps banyak, apa yang ingin di parsing datanya?? dalam project ini saya mengambil ID data GPS $GPRMC, dan mengikuti protocol Nmea 0183
  • Pengolahan data GPS, yaitu proses konversi format data lat & long kedalam decimal degree dan acuan lat S / N dan long W/E, acuan tersebut menyangkut tentang posisi kita pada belahan bumi. Dan hal tersebut memiliki aturan dan maksud tertentu.
  • Semua task tersebut diatur oleh mikrokontroller sebagai pusat sistem.
Nah sekarang kita akan berkenalan dengan AT+Commad, yaitu protocoler untuk pengoprasian pada telepon celluler, berikut ini adalah AT+Commad yang digunakan pada project ini :
Protocol AT+commad
Keterangan
ATE0
Kill Eco
AT+CMGF
Format text 1 = text format 0=PDU format
AT+CMGL
Untuk memeriksa sms
AT+CMGDA
Menghapus semua sms pada ME
AT+CMGS
Kirim sms ke no tujuan

NB :Pada saat mengoperasikan AT+Commad, setelah pengetikan data tersebut code assci untuk perintah baru adalah enter = 13 & untuk memulai pengiriman yaitu Ctrl_Z = 26. untuk lebih jelasnya bisa bisa baca pada at+commad sim548c.
oke, selanjutnya yaitu bagaimana bentuk data yang dikirimkan oleh GPS, protocol data GPS pada project ini menggunakan centences ID $GPRMC dan berikut ini adalah frame datanya :
Field
Format
Keterangan
1
$GPRMC
ID centences
2
hhmmss.ss
UTC time
3
a
Position validity(A valit, V invalit)
4
ddmm.mmmm
latitude
5
a
Latitude direction (N/S)
6
dddmm.mmmm
longitude
7
a
Longitude direction (E/W)
8
x.x
Speed (knot)
9
x.x
Heading (degrees)
10
ddmmyy
date
11
x.x
Magnetic variation(degrees)
12
a
Magnetic variation direction (W/E)
13
*hh
checsum
14
<CR><LF>
End of message termination
 dalam sistem.
  • Field nomer 3 yaitu positioData diatas tersebut menunjukkan frame dan format data id centences $GPRMC nanti data yang kita ambil yaitu pada field nomer 3,4,5,6,7,8. dan berikut ini adalah implementasiannyan validity, jika mikrokontroller menerima data karakter 'V' maka sistem akan menunggu sampai menerima karakter 'A', jika data sudah valit maka akan subroutin selanjutnya akan dikerjakan.
  • Field nomer 4 yaitu data coordinat lintang (longitude).
  • Field nomer 5 yaitu homeisphare, jika indikator menunjukkan N = Nort maka nilai coordinat lintang positif, jika S = south nilai coordinat lintang negartif.
  • field nomer 5 yaitu data coordinat Bujur (longitude).
  • Fileld nomer 7 yaitu homeisphare, jika indikator menunjukkan E = east maka nilai coordinat bujur positif, jika W = west nilai coordinat Bujur negatif.
  • untuk field 4 dan 5 . karena format data DDMM.MMMM untuk merubah ke decimal degree, ikuti rumus dibawah:
    Jika N / E maka :
 DD.DDDDD = DD + (MM.MMMM/60)
Jika S/W maka :
DD.DDDDD = DD + (MM.MMMM/60) * -1
  • Field nomer 8 indikator speed dalam satuan knot.digunakan untuk melihat objek dalam keadaan berhenti atau berjalan.
Berikut ini adalah gambar flowchart parcing data GPS :
 
Gambar flowchat parcing data GPS
subroutine program parsing data GPS ini terletak pada Serial interrupt vektor, dan semua data GPS yang diterima dan di filter, proses filtering data akan dikerjakan apabila terdapat karakter data $GPRMC. Selanjutnya data yang diambil akan disimpan pada variabel untuk di proses dan dikalkulasi. Berikut ini adalah potongan listing program proses converting data